KEKASIH DARI DUNIA LAIN


Cerita ini terjadi sekitar 2011an.

( Ditulis Oleh Jati Anugrah )

Sebut saja namanya ba'an,orang nya ganteng,tinggi,berkulit hitam manis.berambut keriting(tapi gak sampai kribo),bergigi gingsul dan lesung pipit yang menambah manis saat dia tersenyum. Di desanya ba'an selalu menjadi perbincangan hangat kaum ciwi2,bahkan emak2.
Teman nya Ba'an yang merupakan teman saya juga pernah bilang kalau  misalnya teman2 ba'an punya salah,pasti bakal dibanding2kan dengan Ba'an.

Contoh-
"Tidur terus.!
Kapan bantu mama.!
Tuh liat si ba'an,pagi2 sudah ngambil air kesungai.
Tidak seperti kamu yang sudah jam segini masih didalam kelambu.!
Coba saja dulu anakku si ba'an itu".
Mungkin begitulah kata2 emak2.

Memang tidak dapat di pungkiri jika ba'an adalah anak idaman para Emak2.karena dia sangat Rajin dan serba bisa dalam hal apapun.
Memasak,mencuci dll. Tapi tidak jarang juga dia mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari pemuda2 lainnya yang merasa direndahkan oleh emak2 mereka karena sudah dibanding2kan dengan ba'an.

Tapi sedikitpun ba'an tidak pernah melawan.
(Dulu awal kenal sama ba'an saya juga pernah hampir berkelahi sama orang karena ngebela ba'an.tapi katanya gak usah,gak ada hasilnya jahat dilawan jahat.)
-------------------------------------
Malam itu Ba'an atau yang nama panjangnya Subhan itu sedang menaiki sepedanya(sepeda biasa,bukan sepeda motor),dia baru pulang kerja,dan kebetulan jalan utama menuju desanya sedang ada perbaikan jalan,jadi dia pulang lewat jalan memutar. Melewati kebun sawit berhektar2 luasnya itu.

Suara kodok bersahut2an menemani perjalanan Ba'an,ditambah gerimis dan angin dingin yang menusuk sampai ketulang.
Saat itu jalan sawit yang dia lewati masih merupaka  jalanan berbatu,yang disamping2 jalan kiri dan kanannya.

Terdapat hamparan Pohon sawit. Malam semakin dingin.
Ketika tanpa sengaja Ba'an menabrak sebuah batu besar ditengah jalan. (Ba'an saat itu tidak menggunakan senter).
Braakk. Sepedanya terjatuh.

Ba'an meringis kesakitan saat tangan nya tanpa sengaja memegang tumbuhan berduri. Ba'an segera berdiri dan menaiki sepedanya. Namun sialnya,Ban nya kempes,mungkin bocor karena tertabrak batu dijalan tadi.

"Dasar bodoh.kenapa aku saat berangkat pagi tadi tidak membawa senter.!"umpat ba'an pada dirinya sendiri. Untuk beberapa saat ba'an duduk didekat sepedanya,sambil berteduh karena yang tadinya hanya gerimis kini sudah menjadi hujan deras disertai petir.

Ba'an terus membaca doa,agar terlindung dari sambaran petir.
Dia terus menunduk,takut dengan cahaya kilat yang menyambar2 itu. Tiba tiba ada sesuatu menyentuh pundaknya.

"Kamu sedang apa disini.?"tanya sebuah suara yang lembut,seperti suara perempuan.

"Umpat bataduh datu ae,anak cucu disini jua,jangan diganggu datu ae wan menampakan diri.(numpang berteduh disini datu/ mahluk halus.anak cucu asli disini juga,jangan mengganggu dan jangan menampakan diri)"gumam Ba'an

"Hey,jangan takut.aku manusia seperti mu juga.
Tadi aku baru pulang dari rumah nenekku didesa sebelah."ujar suara itu

Tapi ba'an tetap tidak mau melihat kearah suara tersebut,dia sangat takut saat itu.
"Kalau kamu mau,kamu boleh singgah dirumahku.tidak jauh disini kok."kata suara itu lagi menawarkan. Ba'an perlahan-lahan menatap perempuan yang berdiri disampingnya itu sambil memegang daun pisang diatas kepalanya.

"Aku bukan hantu."ucap perempuan itu sambil tersenyum. Senyumnya sangat manis,wajahnya sangat cantik,berambut panjang dan mengenakan baju terusan panjang.

"Ayo.berteduh dirumahku dulu."ajak gadis cantik itu seraya mengulurkan tangan nya pada ba'an.

"Tanganmu dingin sekali."ujar ba'an

"Kamu juga.
Mungkin karena kita sedang kehujanan."jawab gadis itu. Singkatnya gadis itu terus membimbing tangan ba'an hingga beberapa saat.

"Nah disana itu rumahku,pasti ayah dan ibuku sedang menungguku."ucap gadis itu sambil menunjuk kearah sebuah rumah. Dengan bantuan dari cahaya kilat itu Ba'an dapat melihat Sebuah rumah yang lumayan bagus,untuk ukuran ditengah perkebunan sawit.

Ba'an terus mengikuti gadis itu,sesampai nya didepan pintu rumah gadis itu langsung membuka pintu rumahnya.

"Ayo masuk."ajaknya pada ba'an

Sesampainya didalam rumah mereka berdua disambut ramah oleh seorang wanita dan lelaki seusia ibunya ba'an. Mereka sangat ramah.

"Ayo silahkan,ganti dulu pakaianmu.kebetulan ukuran tubuh kita sama,untuk malam ini kau boleh pinjam baju bapak."ujar ayah dari si gadis

Ba'an mengngguk dan segera ke dalam sebuah kamar diantar oleh bapak2 itu untuk mengganti pakaiannya.

Sementara itu setelah ba'an selesai Mengganti pakaian nya,dia di ajak keruang makan,segala macam hidangan sederhana terhidang.

"Kamu pasti kedinginan dan kelaparan kan,ini kita makan dulu."ajak lelaki itu sambil merangkul bahu ba'an
Mereka pun makan,sesekali mereka tertawa dan bercanda.

-----
Malam semakin larut,hujan pun sudah mulai mereda.

"Saya mau pamit pulang pak,bu."kata Ba'an

"Kenapa tidak menginap sekalian saja disini nak.?"tanya ayahnya sigadis

"Saya tidak ijin orang tua pak."jawab ba'an. "Terima kasih banyak ya pak bu sudah mau menerima saya sebagai tamu dirumah bapak dan ibu."ucap ba'an

"Sama2,kami senang ada orang yang mau mampir kesini,kapan2 mampir lagi kemari ya."kata ayahnya si gadis

Ba'an mengangguk lalu berjalan pulang dengan membawa sepedanya.
Tidak ada apa apa selama perjalanan.
Namun ba'an terus2an memegang tengkuknya yang sedari keluar rumah keluarga sigadis itu selalu merinding.

"Mungkin karena kedinginan setelah hujan tadi."batin ba'an sambil Terus berjalan.

Didepan persimpangan jalan sekitar 2 kilometer lagi di akan sampai dirumahnya.
------------
Singkatnya setelah sampai dirumahnya,ba'an langsung tidur.namun matanya seperti enggan terpejam karena selalu terbayang wajah gadis yang tadi.
"Dia sangat baik padaku,tapi aku bahkan lupa menanyakan namanya."batin ba'an. "Besok aku akan lewat sana lagi,sekalian membawakan buah kelapa untuk mereka,sebagai rasa terima kasihku."batin ba'an lalu dia terlelap.
Dalam mimpinya dia bertemu dengan gadis itu lagi.
---------------
Hari itu ba'an berencana untuk mampir lagi dirumah sigadis.
Tapi malam itu ba'an terpaksa menginap,karena pekerjaan nya. Keesokan nya pun lagi lagi dia terhalang pekerjaan saat hendak kerumah sigadis. Di hari ke 4 saat pekerjaannya selesai,dan dia pun segera berangkat menuju kerumah si gadis melewati jalanan sawit.namun ditengah jalan dia di kagetkan oleh penutupan jalan disana.
Ada beberapa orang disitu.
Setelah ba'an bertanya2 dengan orang2 itu,katanya ada yang meninggal disana dimakan ular.

5 Responses to "KEKASIH DARI DUNIA LAIN "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel